Kamis, 28 Juni 2012

PELAJARAN - 45 WANITA DAN BINATANG MERAH KERMIZI WAHYU 17

WANITA DAN BINATANG
 MERAH KERMIZI WAHYU 17
(Pelajaran-45)
Wahyu 17 ini adalah suatu khayal yang dilihat rasul Yohanes. Ini  menceritakan  tetang wanita yang berbaju merah  kermizi  dan duduk  di atas binatang yang merah kermizi  juga warnanya.  Untuk memahami pelajaran ini, bacalah Wahyu 17 itu secara  keseluruhan. Pengertian secara umum bahwa wanita atau perempuan dalam nubuatan adalah gereja. Dalam Wahyu 12 kita telah mempelajari wanita  yang berbaju  putih. Artinya itulah gereja yang benar. Dalam Wahyu  17 ini  kita dapati lambang daripada gereja yang palsu. Di ibaratkan dengan  seorang  perempuan  yang  berbaju  merah  kermizi.  Dalam terjemahan   lama  disebut  perempuan  sundal,  sedangkan   dalam terjemahan  baru disebut pelacur besar. Ia duduk diatas  binatang yang berwarna merah ungu atau kermizi. Binatang itu ada dan tidak ada. berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Tujuh  kepala berarti tujuh  raja. Sepuluh tanduk juga berati sepuluh raja. Ini  hampir sama dengan binatang ke empat dalam Daniel 7. Namun pengertiannya sama semua. Sebab tujuh kepala adalah tujuh propinsi di Roma yang dahulu diperintah oleh tujuh raja lokal. Setelah itu muncul  raja yang kedelapan itulah kerajaan Vatikan dan diperintah oleh  Paus.
      
Sepuluh  tanduk adalah sepuluh kerajaan Eropa yang  tadinya  satu kerajaan saja yang diperintah oleh kerajaan Roma kafir. Itu semua kita sudah pelajari.

     
Dalam  Wahyu 17 ini disinggung lagi tentang binatang itu ada  dan tidak   ada.  Artinya  paus  pernah  dihapus  kekuasaannya   oleh Napoleon.  tetapi kemudian timbul lagi. Perempuan sundal itu haus akan  darah  orang  suci,  artinya gereja  yang  palsu  itu  akan menganiaya  umat  kesucian yang memelihara sepuluh  hukum  ALLAH. Tetapi  umat  ALLAH  akan  menang  sebab  Yesus  dan  ALLAH  yang berperang dengan mereka !
 
  

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Pengajaran adalah Roh nubuatan. Meskipun, semua diperbolehkan, tetapi bukanlah semua mendatangkan kebaikan. 'Nama' berarti 'karya (pekerjaan)' (Yoh 1: 29-34; Why.19: 13).

    Dalam seluruh Ktab suci dari Kejadian -hingga Wahyu, Perkataan profetik "perempuan" hanyalah merujuk kepada 'bangsa' pilihan Tuhan, iaitu Israel dan kotanya Yerusalem. Bangsa-Bangsa lain yang berstatus pemerintah Dunia adalah disebut "binatang." Bangsa-bangsa yang percaya kepada "Jalan" disebut "anak-anak" (Wahyu 12:17) kepada perempuan itu (Kej.3:15).

    Pemerintah mestilah mempunyai 'kuasa ekonomi, dan politik-militer untuk bisa digolong sebagai "binatang." Jika ia tidak memerintah Dunia, maka Ia cuma "lalang". Yang percaya pula disebut " gandum'."

    "Telah ada, sudah tiada dan akan muncul lagi" adalah merujuk kepada Menara kesatuan manusia yang didirikan oleh seluruh bangsa -bangsa di dunia di bawah kepimpinan binatang-binatang dalam Why.13, dan ia seperti yang "telah ada" di zaman purbakala dalam Kejadian 11 kerana umat manusia mencari "nama" atau karya-karya manusiawi jam terakhir yang meniadakan nama-nama Tuhan. "AntiKristus" seringkasnya anti-Firman, iaitu anti kepada "Firman jadi manusia.
    sila Lihat mannasehwords.blogsot.com untuk ulasan binatang-binatang dalam Wahyu 13 & Wahyu 17.

    BalasHapus

Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.